Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini402
mod_vvisit_counterKemarin1356
mod_vvisit_counterMinggu ini4012
mod_vvisit_counterMinggu lalu9771
mod_vvisit_counterBulan ini26446
mod_vvisit_counterBulan lalu39080
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1322462
Kami Memiliki: 40 guests online

Home Serba Serbi Secangkir Ilmu Paham
30
Jun
2016
Secangkir Ilmu Paham
Written by Administrator   

 

SECANGKIR ILMU PAHAM

 

Tingkat terbawah dalam ilmu adalah paham. Ini wilayah kejernihan logika berpikir dan kerendahan hati. Ilmu tidak membutakannya, malah menjadikannya kaya. Tingkat ke dua terbawah adalah kurang paham. Orang kurang paham akan terus belajar sampai dia paham. Ia akan terus bertanya untuk mendapatkan simpul-simpul  pemahaman yang benar.

Naik sedikit ke tingkat ke tiga adalah salah paham. Hal ini biasanya terjadi karena emosi dikedepankan, sehingga ia tidak sempat berpikir jernih. Dan ketika ia sadar, ia biasanya meminta maaf atas kesalah-pahamnya. Jika tidak, ia akan naik ke tingkat empat dari tingkatan ilmu.

Tingkat ke empat dimaksud adalah gagal paham. Hal ini biasanya terjadi  lebih karena kesombongan. Karena ia merasa telah dan sudah berilmu, maka ia tidak mau lagi menerima ilmu. Ia selalu merasa cukup dengan pendapatnya sendiri. Parahnya, ia tidak menyadari bahwa pemahamannya yang gagal itu menjadi bahan tertawaan orang yang paham. Ia tetap dengan dirinya,  bangga dengan ke-gagalpahamannya.

Ingin tahu kelanjutan, kenapa paham ada ditingkat terbawah ....

Klik link judul diatas 

Mengapa  paham ada di tingkat terbawah dan gagal paham di tingkat yang paling tinggi ? Apa tidak  terbalik ?

Semakin paham, orang  akan semakin membumi. Ia menjadi bijaksana karena akhirnya ia tahu bahwa sebenarnya ia tidak tahu apa-apa. Ia terus menerima darimana-pun datangnya ilmu. Ia tidak melihat dari siapa dan dari mana ilmu itu berasal, Ia paham, ilmu itu seperti air dan air hanya mengalir ke tempat yang lebih rendah. Semakin ia merendahkan hatinya, semakin tercurah ilmu kepadanya.

Sedangkan gagal paham adalah ilmu tingkat tinggi. Ia seperti balon gas yang berada di awan. Ia terbang dengan kesombongannya. Masalahnya, ia tidak mempunyai pijakan yang kuat, sehingga mudah ditiup angin tanpa mampu menolak. Akhirnya ia terbawa ke mana-mana sampai terlupa jalan pulang. Ia tersesat dengan pemahamannya dan lambat laun akan dibinasakan oleh kesombongannya.

Jadi yang perlu diingat, akal akan berfungsi dengan benar ketika hati merendah. Ketika hati meninggi, maka ilmu jugalah yang akan membutakan si pemilik akal.

Lidah orang bijaksana berada di dalam hatinya, dan hati orang dungu berada di belakang lidahnya.

Ilmu itu open ending. Makin digali makin terasa dangkal. Jadi, kalau ada orang yang  merasa sudah tahu segalanya, berarti ia tidak tahu apa-apa.


Semoga bermanfaat bagi saya dan kita semua…

 

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!